AKU DAN CINTA

Seteguk Anggur Merah

Di jalan cinta, para pencinta mengorbankan diri demi mendapatkan yang dikasihi. Segenap orang suci yang mabuk anggur cinta telah mengorbankan diri mereka di jalan cinta.- Syeikh Muzaffir

Cinta adalah melihat apa yang baik dan indah dalam segala sesuatu. Mencintai adalah belajar dari segala sesuatu, melihat anugerah Allah dan kemurahan Allah dalam segala sesuatunya. Mencintai adalah mensyukuri segala rahmat Allah.

Kita boleh menjajaki beratus-ratus hal, tetapi cukup cinta saja yang akan membebaskanmu dari dirimu. Karena itu janganlah berpaling dari cinta, bahkan dari cinta samaran dunia sekalipun, sebab itulah persiapan menuju Kebenaran tertinggi.

Cinta adalah derita yang istimewa dan membahagiakan. Barang siapa memiliki cinta didalam hati akan mengetahui rahasia Illahi. Karena ciptaan Allah yang terampuh dan terkuat adalah cinta.

Jadilah tawanan cinta agar mendapatkan kebebasan sejati, terbebas dari kebekuan dan pemujaan diri. Walau kita mencoba ribuan hal di dunia ini, hanya cinta yang akan membebaskan kita dari perbudakan diri kita sendiri.

Suatu Sore…..

Hal yang bisa mengantarkan seseorang ke tingkatan “orang yang dicintai” adalah setelah ia mencapai tingkatan “orang yang mencintai”. - Abdul Aziz Mustafa

Suara yang lembut dia…. perlahan berdesir ditelingaku dan menuju jantung hatiku…..
Dia bertanya ,”Kamu cintai ga sama aku ?”

Aku menjawab perlahan, “Ya, aku cinta sama kamu…”

Kembali dia bertanya ,”Kamu benci ga sama dia (mantanku) yang gitu tega sama kamu ?”

Ku jawab ,”Tidak, aku tidak membencinya”… dan aku berkata dalam hati….. “cintaku kepadamu tidak menyisakan waktu bagiku untuk membencinya.”

Dan aku seringkali mengatakan kepada dia “aku sayang kamu….”, mungkin sudah tak terhitung banyaknya, karena itu yang aku lihat dan tertulis di ruang matanya.

Beberapa kali dia juga bertanya padaku “Gimana cara aku bikin kamu bahagia ? aku harus gimana ?”

Setiap kali ku jawab dengan perkataan ,”Buat diri kamu bahagia, maka aku jauh lebih bahagia dari bahagia nya kamu”.

Karena ku tahu mencintai adalah meletakkan kebahagiaan kita dalam kebahagiaan pasangan kita.

Hal indah yang aku sadari adalah ternyata cinta adalah caraku berjalan dengan penuh syukur, ketika kulihat dirinya, ketika dapat bertemu dengan nya, ketika dapat tersenyum, ketika hati teriak bahagia, ketika semua hal terjadi bersamanya…. Hatiku seringkali menjerit “Allah Maha Baik, Alhamdulillah terima kasih Ya Allah…”

Bahkan ketika keindahan dan bahagia itu memuncak kadang membuat ku meneteskan air mata bahkan sampai membuatku menangis terisak… dan terucap dalam hati begitu kuat “… Ya Allah…… Engkau Sangat Baik Ya Allah……”

Cinta membuat aku semakin memahami makna kehidupan dan Kuasa Illahi. Mencintai adalah sebuah proses belajar dan membuka pintu untuk mencintai Sang Maha Pencipta, memahami Cinta Illahi.

Kadang aku berpikir “Bagaimana seseorang dapat mencintai Dzat Yang Tak Tampak, sedangkan kepada yang tampak saja dia tidak dapat mencintai dengan benar ?, bahkan enggan untuk memahami arti dari cinta terlebih belajar untuk mencintai dengan benar, bahkan jauh dari kedisiplinan hati ?”

Bukankah Allah Swt sangat mencintai ciptaan Nya ? Maka betapa Allah Swt akan mencintai kita bila kita mencintai dan menjaga dengan benar Ciptaan Nya ?

Siap Melangkah…..

Dua hal yang membuatku berani melangkah dalam cinta pertama dia sangat memahami rona wajahku bagai seorang pelaut memahami samudra, dengan melihat rona wajahku dia mengetahui jelas segala sesuatu tentang diriku,.. hmmm… dia memang unik dan langka…

Hal yang kedua, aku dan dia adalah pasangan yang berbahagia, sangat sering saling senyum, dengan senyuman yang tidak dapat dipahami siapapun kecuali oleh aku dan dirinya….. eheemmm…

Akhirnya kucoba kembali… memanfaatkan hidupku, hatiku dan mataku di jalan cinta. Apakah ini adalah anugerah dari Allah Swt, yang akan membuktikan bahwa masih adanya cinta sejati didunia ini, serta kebahagiaan cinta yang akan aku alami sebelum nafasku berakhir…. Atau kah cobaan yang akhirnya akan mengakhiri kisah hidup ku ?

Aku melangkah dengan satu keyakinan bahwa bila aku melangkah dengan kebersihan hati, niat yang suci serta ketulusan cinta maka kelak akan membawaku menuju Rahasia Ilahi, Kebenaran Sejati.

Kusadari mencintai adalah suatu proses pembelajaran diri dan kedisiplinan hati. Aku pernah berpikir bahwa cinta dan yang di cintai itu berbeda. Kini aku mengerti bahwa keduanya sama.

Jika cinta mewujudkan diri dalam diri kita, sungguh ia berasal dari keindahan. Kita hanyalah cermin belaka dimana keindahan dipantulkan. Keindahan dan pantulannya berasal dari satu sumber yang merupakan kekayaan dan gudang kekayaan yaitu hati.

Tempatnya cinta adalah hati, dan hati adalah emas murni. Keagungan Ilahiah menggosoknya dengan menatapnya, menjadikan terang dan murni. Jejak cahaya keindahan cinta tiada terperi muncul dalam cermin kesalehan hati. Cinta anak manusia hidup dari Cinta Ilahi.

Penting bagi kita untuk memiliki perasaan cinta dalam hati kita, dalam bentuk dan wujud apapun. Penting pula untuk dicintai, namun lebih mudah untuk mencintai daripada di cintai. Jika kita mencinta, maka kelak pasti akan mencapai Sang Kekasih, Sang Maha Pencinta.

Namun perlu diingat bahwa hati yang terbebas dari sakit nya cinta bukanlah hati sama sekali, tubuh yang jauh dari perihnya cinta tidak lain dari sekedar tanah liat dan air. Dan hati tanpa cinta tidak lebih dari seonggok batu.

Setia Kepada Cinta…

Adalah sangat penting untuk menjaga hati atau kedisiplinan hati akan cinta kita. Jangan ternodakan karena noda sekecil apapun yang akan mengotori cermin hati yang akhirnya merusak makna keindahan cinta itu sendiri.

Atau bahkan menghianatinya sehingga pecahlah cermin cinta itu, dan cermin yang telah pecah akan cacat selamanya.

Kuasa Ilahi ada dalam hati kita, dan kebenaran Ilahi yang bekerja didalamnya. Jadi sangat lah tidak bijak bila kita mempermainkan dan menghianati cinta yang bersumber dari hati kita sendiri.

Sebenarnya semuanya telah terjaga dan naluriah, ketika hati mendapatkan kedamaian dengan yang di cinta, ia tidak akan menghendaki yang lain. Ibarat sekali bunga teratai dibelai kehangatan matahari, akankah ia menginginkan rembulan ? Ketika jiwa dahaga akan seteguk air jernih, tak ada gunanya gula.

Namun terkadang kita dibutakan oleh hal yang menutupi kebersihan cermin hati, berbagai hasrat menyesatkan dan berjuta keinginan tanpa rasa puas. Sehingga lemahlah pantulan cinta dan timbul ketidak yakinan akan kekuatan cinta yang bersumber Sang Maha Pencinta.

Bagi mereka yang tidak mempercayai akan kekuatan cinta, dia tidak menghargai keanggungan cinta, merendahkan arti cinta sehingga membuat cinta nya begitu lemah dan rapuh, akhirnya akan terjatuh, terperosok dalam penghianatan akan cinta yang tulus dan murni, mereka berakhir dalam kesengsaraan.

Percayalah akan kekuatan cinta yang sanggup menembus gunung. Cinta membuat kita mencapai tujuan. Cinta mendatangkan ektase, memberikan cita rasa kepada yang mencinta. Syukurilah senantiasa akan apa yang telah di peroleh, karena cinta adalah anugerah terindah dari Sang Maha Pencinta.

Tanamkan dalam hati perasaan iklas menerima segala kekurangan pasangan cinta kita karena tidak ada mahluk yang sempurna. Dengan ketulusan dan kebersihan hati, mampu merubah kekurangan itu menjadi kelebihannya. Yang akan menjauhkan kita dari roh penghianatan yang dapat menyengsarakan kita.

Senantiasa bersyukur dan iklas menerima, sehingga kita merasakan kebaikan dan kenikmatan yang di karuniakan Allah Swt, baik yang nampak maupun yang tidak. Sesungguhnya, hal itu senantiasa menimbulkan perasaan cinta terhadap Allah Swt….

Alhamdulillah…..

Dan apabila dengan perkataan, perbuatan dan pemikiran ku ini telah menyakiti hati seseorang dimasa lalu ataupun yang akan datang, aku mohon maaf yang sebesarnya karena akupun manusia yang jauh dari sempurna dan tidak luput dari kesalahan. Ya Allah ampunilah dosaku yang kian menggunung….

Amin Ya Rohbal’alamin…

JODOH DAN CERMIN

Pasangan adalah bagai sebuah cermin bagi kita, jika ia marah maka itulah yang kita tunjukan, bila ia lembut maka itu yang kita lakukan, bila ia tersenyum maka itulah yang kita berikan, bila sedih maka itulah yang kita rasakan, bila ia tertawa bahagia maka itulah yang kita usahakan, dan bila ia termenung sendu maka itulah yang kita resahkan.

Maka, berlaku baiklah dihadapan cermin itu, tersenyum, tertawa riang, lembut hati, selalu merindukannya dan berjanjilah untuk selalu menjaga hatinya. Maka itulah yang akan kita lihat pada cermin kita ….

Pernah suatu malam ada yang bertanya pada saya, seperti apa jodoh saya? Saya katakan padanya bahwa jodoh kita adalah sama seperti halnya diri kita. Siapapun yang menjadi pasangan hidup kita merupakan cermin yang ada pada diri kita. Jika kita memilih berdasarkan pertimbangan rasa, ketemu pada medan perjuangan maka pasangan hidup yang kita dapatkan juga orang yang memiliki karakter yang sama. Namun jika kita memilih berdasarkan pertimbangan logika semata yang kita dapatkan juga seperti yang kita kehendaki.

Ketika cinta harus memilih, ada peranan rasa dan ada peranan logika. Perasaan cocok sering lebih “benar” dibanding pertimbangan “ilmiah”. Jika seorang wanita dalam pertemuan awal dengan seorang lelaki langsung merasa bahwa lelaki itu terasa “sreg” untuk menjadi suami, meski ia belum mengetahui secara detail siapa identitas si lelaki itu, biasanya faktor perasaan sreg itu akan menjadi faktor dominan dalam mempertimbangkan.

Sudah barang tentu ada orang yang tertipu oleh hallo efec, yakni langsung tertarik oleh penampilan, padahal sebenarnya penampilan palsu. Sementara itu argumen raasional berdasar data lengkap tentang berbagai segi dari karakteristik lelaki atau perempuan, mungkin dapat memuaskan logika, tetapi mungkin terasa kering, karena pernikahan bukan semata masalah logika, tetapi justeru lebih merupakan masalah perasaan.

Ada pasangan suami isteri yang dari segi infrastruktur logis (misalnya keduanya ganteng dan cantik, usia sebaya, rumah tempat tinggalnya bagus, penghasilan mencukupi, kelengkapan hidup lengkap) mestinya bahagia, tetapi pasangan itu justru melewati hari-harinya dengan suasana kering dan membosankan, karena hubunganya lebih bersifat formal dibanding rasa.

Perasaan sreg dan cocok akan dapat mendistorsi berbagai kekurangan, sehingga meski mereka hidup dalam kesahajaan, tetapi mereka kaya dengan perasaan, sehingga mereka dapat merasa ramai dalam keberduaan, merasa meriah dalam kesunyian malam, merasa ringan dalam memikul beban, merasa sebentar dalam mengarungi perjalanan panjang. Mereka sudah melewati usia 40 tahun perkawinan, tetapi serasa masih pengantin baru.

sumber : Uts. Abdul Aziz Setiawan

Bis dan Cinta

Cinta itu seperti seseorang yang menunggu bis. Sebuah bis datang dan kamu bilang, “Wah terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! Ah aku tunggu bis berikutnya saja”

Kemudian bis berikutnya datang, kamu melihatnya dan berkata “Aduh bisnya kurang asik nih, kok ga cakep begini…. ngga mau ah..” dan bis pun berlalu.

Selang tidak lama bis berikutnya datang, wow cool dan kamu berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja. Hmmm….

Bis selanjutnya pun tiba dan berhenti dihadapanmu, bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang “Ah ga ada AC nya, bisa kepanasan nih”. Maka kamu membiarkan bis itu pergi.

Waktu terus berlalu dan kamu mulai menyadari bahwa kamu bisa terlambat sampai di tujuan.

Ketika bis kelima datang, kamu sudah tidak sabar, kamu langsung melompat masuk kedalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju!

Dan kamu akhirnya sadar telah menyia-nyiakan waktumu untuk sekian lama.

Seringkali seseorang menunggu orang yang benar-benar “ideal” untuk menjadi pasangan hidup. Analisa ilmiah, evaluasi dan sejuta pertimbangan. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kaupun tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya untuk memiliki kriteria atau persyaratan untuk calon pasangan kita tetapi tidak ada salahnya juga untuk memberi kesempatan kepada yang berhenti di hadapan kita. Namun tentu saja dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju.

Memberi kesempatan pada yang berhenti di hadapanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus berjalan kaki sendiri menuju tujuan, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

Bila kamu menemukan bis yang kosong, kamu menyukainya juga dan bisa kamu percayai, dan tentunya dengan jurusan yang sejurusan dengan tujuanmu, kamu bisa sedapat mungkin untuk menghentikan bis itu didepanmu. Untuk dia memberi kesempatan kamu masuk kedalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagi dirimu dan dirinya.

Ketika Harus Memilih

Jadi apakah setiap bis berhenti dihadapan kita… yah yang lumayan sedikit lah, kurang lebih sesuai dengan kriteria. Haruskah kita naik dan apabila tidak cocok nantinya ya apa boleh buat… kita bisa berteriak “Kiri…!” dan keluar dengan sopan… kembali menunggu bis yang lain.

Bukan kah itupun sia sia pada akhirnya ?

Pemilihan calon dengan kriteria kecantikan atau ketampanan atau kekayaan dan sebagainya serta berbagai persyaratan lainnya sebenarnya lebih kepada logika, lebih kepada pertimbangan “ilmiah”. Sedangkan cinta yang kita harapkan dan hubungan yang kita jalin bukan semata masalah logika yang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tetapi lebih merupakan masalah perasaan.

Maka akan lebih indah dan berhasil bila pemilihan tersebut didasarkan kepada peranan perasaan.

Perasaan cocok, rasa nyaman seringkali lebih “benar” dibandingkan dengan pertimbangan yang bersifat logika.

Bila dalam pertemuan awal kita dengan seseorang dan kita merasa “klop” bahkan sampai kita langsung merasa cocok untuk dia dijadikan istri atau suami kita, meski kita belum mengetahui secara penuh siapa dia, dan kita masih buta mengenai hal tentang dirinya maka itu dapat kita jadikan bahan pertimbangan utama.

Dimana peranan rasa lebih dominan bahkan logika kadang menjadi buta. Maka hubungan percintaan itu akan melahirkan hubungan yang kuat dan kokoh di kemudian hari.

Salam.

RAMUAN CINTA

Cinta adalah anugerah dari Sang Maha Kuasa, sudah semestinya berbuahkan semua hal yang baik, diantaranya manisnya cinta yang berukirkan kebahagiaan dan keindahan, membuat hidup lebih bermakna. Namun pada kenyataannya cinta terkadang membuahkan hasil sebaliknya seperti penderitaan dan sengsara bahkan terasa menyesatkan dan membuahkan derita yang berkepanjangan serta sakit yang menyiksa batin, hal ini dikarenakan ketidak pahaman akan pengertian dan essensi dari cinta.

Secangkir kopi di hidangkan untuk memahami sedikit yang namanya cinta. Apakah itu cinta ? Apakah itu jenis cinta yang layak untuk di perjuangkan dan di miliki ? ataukah cinta yang layak untuk dibuang dan dilupakan…. Dan apakah sudah saatnya untuk melangkah dan menggenggam cinta yang penuh pengorbanan dan kadang menyakitkan ?

…. ingat cinta bukanlah permainan sesaat, namun suatu perjalanan panjang yang akan membekas, mengukir hati … maka berhati hatilah dalam menilai sebuah cinta…

Rempah Rempah Cinta

Ketika kerinduan menghujam hati… ketika rasa sayang menerpa jiwa… ketika cinta merasuk sukma dan hati seakan tersayat halus lembut… bahkan segala yang ada seakan tidak berarti lagi… apakah ini cinta ?

…. bukan ini adalah sebagian dampak dari cinta terhadap rasa… namun kita masih belum tahu akibat dari jenis cinta apakah ini… apakah cinta sesaat yang memabukan ataukan perjalanan cinta menuju keagungan cinta ?

Dan ketika demi cinta kita rela meninggalkan apa yang kita miliki ? … apakah demi cinta kita rela sehidup dan semati ? … apakah cinta itu telah membuat logika menjadi buta ? Dan demi cinta itu kita rela untuk menderita ? … Apakah ini cinta?

… juga bukan ini adalah sebagian dari aksi reaksi terhadap rasa cinta.

Inilah Cinta dan Cinta yang harus dimiliki…

Essensi dari cinta anak manusia adalah cinta Illahi, karena rasa cinta hanya berasal Allah Swt Sang Maha Pencinta … Al Wadud. Dan hanya hati yang mengerti akan cinta sedangkan faktor lain hanya parameter pelaksana dari dampak sebab akibat cinta. Cinta merupakan urat dari rasa kasih dan sayang… kasih dan sayang yang bersumber dari Ar Rahim dan Ar Rahman…

Karenanya cinta adalah anugerah dari Allah Swt, dan sudah pasti cinta akan membuahkan hal yang baik … berupa keberkahan dalam hidup kita… karena bersumber dari Kasih dan Sayang Allah Swt yang tidak terbatas.

Maka terkadang kita tidak dapat pahami mengapa kita mencintai pasangan kita ? ketika ditanyapun sulit menemukan jawaban yang pasti, terkadang banyak jawaban namun tak menentu, terkadang bingung membisu dikarena hanya hati yang tahu dan mengerti jawabnya. Hati dimana muara kasih dan sayang.

Dan seseorang yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah Swt … bahkan tidak mengenal Nya… maka sudah dapat dipastikan orang tersebut tidak akan memahami essensi cinta. Meski di hatinya memiliki cinta namun tertutup oleh kabut menyesatkan. Hal ini dapat dijadikan parameter awal menilai pasangan atau calon pasangan kita.

Cinta yang menyesatkan adalah bukan cinta yang kita harapkan. Bila kita menjalin cinta dengannya, yang ada hanyalah derita berkepanjangan dan goresan sakit yang dalam bahkan jenis cinta ini kadang sangat membelenggu dan kita sulit untuk lepas dari cinta jenis ini. Sungguh menyakitkan dan menyesatkan.

Cinta anak manusia yang tidak beressensikan Ketuhanan adalah cinta yang yang berkeinginan atas suatu kehendak tujuan. Maka untuk pencapaian itu seseorang akan berusaha hanya untuk memenuhi keinginannya itu sehingga kadang bisa sangat menyesatkan diri kita dan membelenggu bahkan kita terasa terkukung, terkunci oleh cinta nya.

Dan cinta anak manusia yang beressensikan cinta Illahi adalah cinta yang memiliki unsur keiklasan, ketulusan, kesucian hati, kemurnian niat dan cinta tak bersyarat atau unconditional love. Inilah hakekat cinta yang seharusnya dimiliki setiap insan dalam percintaan agar cinta membuahkan sejuta berkat.

Suatu ketulusan dan keiklasan yang tinggi disertai kesucian hati dan kemurnian niat dimana cinta yang demikian tidaklah bersyarat….

• Cinta yang tidak memandang harta serta apa yang dimilikinya

• Cinta yang tidak memandang cantik atau sexy nya karena fisik tidaklah menjamin dan pahamilah semua ciptaan Allah Swt adalah unik dan indah. Kemurnian niat adalah tolak ukurnya.

• Cinta yang tidak memandang usia karena umur di tangan Yang Kuasa dan rencana Nya diluar nalar manusia. Ketulusan adalah jaminannya.

• Cinta yang tidak memandang jabatan, derajat atau kasta karena itu hanyalah bersifat sementara dan semu. Keiklasan adalah tiangnya.

• Cinta yang tidak menghakimi dan menyelingkuhi. Kesucian hati adalah landasannya dan akan membuahkan pahala kebahagiaan.

• Cinta yang tidak ……….

Cinta yang tidak memandang apapun… selain ruang kosong yang diisi dengan keiklasan, ketulusan, kesucian hati dan kemurnian niat… tiada hal lain.

Bukan cinta yang lain atau cinta yang bersifat matematis, penuh perhitungan, atau cinta yang penuh strategi dan taktik, atau cinta yang penuh muslihat dan kemunafikan… namun cinta yang memiliki unsur Ketuhanan dan sesuai dengan fitrah nya.

Sudahkah kita memiliki cinta yang demikian ? Cinta yang akan membuahkan kebahagiaan dan berkah bukan derita dan sengsara.

Pengertian Akan Cinta

Teroponglah hati kita dan cari kebenaran cinta yang kita miliki , atau cinta yang akan kita jalankan. Suatu cinta yang beressensi Ketuhanan agar mendapatkan berkah dari anugerah cinta yang Allah Swt telah berikan.

Bukanlah cinta yang menyesatkan penuh dengan kabut derita yang berujung sengsara. Namun cinta yang indah yang penuh makna yang akan menjadi bekal kita dalam menjalani kehidupan ini dimasa mendatang.

CINTA: mengetahui, mengenal dan menyayangi sepenuh hati dia yang kita cintai. Memahami, mengerti dan menerima banyak hal tentang dirinya, bukan sisi baiknya, itu adalah bonus, namun yang utama adalah keterbatasannya, kekurangannya dan kelemahannya… karena itu arti dari cinta yang tulus dan iklas. Salah satu tujuan dari percintaan adalah saling melengkapi dan saling menopang antara dua anak manusia.

CINTA: peduli sepenuhnya tentang dirinya, kebutuhannya, kesejahteraannya, semua hal tentang dirinya namun dengan ketulusan dan kemurnian hati bukan kepedulian yang membelenggu. Sebaliknya kita ingin dia bertumbuh, menjadi apa yang dia inginkan tentang dirinya, sekalipun kita harus merasa tidak nyaman dalam menjalaninya.

CINTA: penuh tanggung jawab, responsive terhadap dirinya, akan kebutuhannya sebagai suatu pribadi mandiri bukan pribadi yang ingin kita bentuk dengan ego kita. Bukan tanggung jawab yang mengikat, namun tanggung jawab yang akan mengingatkan dan menyadarkan siapa kita serta apa yang kita lakukan demi dia. Sehingga kita terlibat langsung dalam kebahagiaan dan kesulitannya.

CINTA: menghargai dan menghormati harga dirinya sepenuhnya. Kita bisa melihat dia sebagai pribadi yang terpisah dengan kita dari nilai nilainya, pemikirannya dan perasaannya. Kita tidak memaksa dia untuk menyerahkan identitasnya, menyesuaikan dengan citra yang kita inginkan. Namun sebaliknya kita hormati, hargai dia sebagai individu yang unik.

CINTA: berkomitmen dengan dia. Namun komitmen bukan berarti penyerahan diri secara total masing masing pribadi dan bukan juga rantai pengikat bahwa hubungan harus permanen dan stempel mati. Tetapi komitmen ini mengandung pengertian kesepakatan kuat atas keinginan untuk selalu bersama sama disaat sulit, disaat butuh pengorbanan bersama, disaat berjuang dalam kesulitan, kepedihan dan derita,…. Tetap bersama dalam ketenangan dan kebahagiaan.

CINTA: siap membelah jantung hati kita, kita membuka diri sepenuhnya karena percaya kepadanya. Meski kita tahu resiko akan terluka karena penolakan, kehilangan atau penghianatan karena dia tidak sempurna. Meski kita sudah berjuang untuk menjaga dan mencegah agar tidak terjadi namun tetap dia memiliki kapasitas untuk melukai kita. Karena tidak ada jaminan utuh dalam cinta, karena cinta adalah suatu keiklasan yang didalamnya mengandung sejuta arti pengorbanan. Kita hanya berpegang bahwa kita mempercayainya dan mencintainya seutuhnya, kita percaya dia menerima kepedulian dan cinta kita, dan kita yakin bahwa dia tidak akan melukai kita dengan sengaja dan ia akan melihat kita sebagai seorang yang layak untuk dia cintai.

CINTA: menyadari dan mentolerir ketidak sempurnaan suatu hubungan. Dalam hubungan percintaan ada saat saat bosan, saat rasanya ingin kita menyerah saja, saat sulit dimana kita hampir tak mampu bertahan, namun semua itu akan dapat terlewati selama kemurniaan cinta, komitmen dan kesetiaan terjaga. Dan kita pun masih memiliki kemampuan untuk mengingat apa yang sama sama pernah kita miliki dimasa lalu, terutama saat saat indah dari saat awal menjalin cinta. Dan kita bisa membayangkan apa yang akan kita dapatkan dimasa depan seandainya kita cukup berani menghadapi masalah dan bersatu memecahkannya bersama-sama.

PENUTUP

Mari kita pahami pengertian cinta yang benar, agar kita tidak tersesat dalam buaian cinta sesaat yang menyesatkan.

Bilamana kita menemukan pasangan atau calon pasangan yang memiliki cinta beressensikan cinta Illahi dan memiliki pengertian akan cinta yang sebenarnya maka itu merupakan anugerah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri dan bagi dia sebagai pasangan kita.

Maka kejarlah dia, genggam lah dia erat-erat dan milikilah dirinya. Jagalah, peliharalah dengan sebaiknya karena cinta yang demikian sulit didapat dan banyak yang memimpikannya.

Pertahankanlah dan berjuanglah demi dia, karena cinta yang demikianlah layak untuk diperjuangkan. Jangan mengambil resiko apapun yang dapat mengakibatkan hilangnya si dia.

Salam…

Dariku Sang Pejuang Cinta yang telah lama gugur, kandas, dan terhempas oleh cinta sesaat yang memabukkan dan kini telah bangkit dari kuburan cinta…

Iblis Penyeru Perempuan

Mengapa Perempuan

Kenapa kita lelaki kadang terlalu mempersoalkan masalah perempuan, terlalu berlebihan memperbincangkannya, terlalu mencampuri urusannya, pakaiannya, tingkah lakunya, kekebasannya, keluarganya, seakan akan tidak ada lagi hal lain selain mengurusi perempuan ?

Namun perempuan tidak mengadu karena telah di dzalimi, dan tidak juga meminta untuk di lepaskan dari belenggunya. Lalu apa yang kalian dapatkan dengan membicarakan tentang perempuan siang dan malam ?

Sesungguhnya kaum lelaki tidak meratapi perempuan, tetapi meratapi diri nya sendiri dan bukan  menangisi mereka , tetapi menangisi hari hari yang telah kaum lelaki habiskan dalam dunia.

Suatu yang indah dan memang sudah semestinya….

Selama ribuan tahun kaum perempuan telah hidup dalam rumahnya dengan penuh ketenangan, ketentraman dan ridha pada keadaan dirinya serta kehidupannya. Perempuan mendapatkan kebahagiaan ketika menjalankan kewajibannya, ketika berdiri di hadapan Tuhan dan ketika mengasuh dan merawat anak-anaknya.

Mereka mendapapatkan kemuliaan dalam ketundukan terhadap orang tua, taat kepada perintah suami dan taat mengedepankan ridha keduanya. Mereka telah memahami makna cinta sejati dan tidak pernah mengenal dengan kata cinta yang membutakan segalanya.

Mereka mencintai suaminya karena ia memang suaminya, sebagaimana mereka mencintai anak anaknya lantaran memang anak-anaknya.

Sementara perempuan lain menilai bahwa cinta adalah dasar menuju pernikahan, maka perempuan yang ini menilai bahwa pernikahan adalah dasar lahirnya cinta.

Dan baginya pernikahan bukanlah akhir dari cinta, namun tempat cinta itu tumbuh dan terpelihara dengan baik. Tanpa pernikahan cinta anak manusiapun akhirnya akan kandas.

Sang perempuan terus melangkah dalam kebahagiaan dalam garis yang telah ditetapkan sebagaimana kodratnya dan sebagaimana yang telah tersurat dan tersirat dalam kitab kehidupan.

Sampai pada suatu ketika…… Sang Iblispun Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan, “Kaum lelaki telah bertindak sewenang-wenang kepada kalian, bahkan ada mereka dari keluarga kalian, padahal mereka bukanlah orang yang akalnya lebih cemerlang. Mereka tidak lebih hebat dari pendapat kalian dan tidak lebih tahu tentang urusan kalian daripada kalian sendiri. Mereka kaum lelaki tidak punya hak untuk mengatur hidup kalian”.

Perempuan mengikuti seruan sang iblis… akibatnya banyak perempuan masa kini yang berani terhadap ayahnya, dan tidak menuruti perintah suaminya lagi. Sehingga, rumah yang semula penuh dengan canda tawa dan kasih sayang, berubah menjadi ratapan, tangisan dan tanpa ketenangan.

Dan sang iblis pun tertawa puas…..

Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan, “Pilihlah calon suamimu sesukamu sehingga keluargamu tidak menipu dalam hal kebahagiaan masa depan kalian”.

Perempuan mengikuti seruan itu … Akhirnya, banyak perempuan yang terjerumus ke dalam pilihan semaunya dalam kebebasan tanpa pertimbangan, tanpa membuka hati atas saran atau nasehat dari siapapun. Dan ternyata memang berakhir buruk, hari hari yang mereka lalui terasa lebih panjang, tanpa kebahagiaan. Selanjutnya, mereka akan merasakan penderitaan yang pedih dan berkepanjangan.

Dan sang iblis pun tersenyum bangga…..

Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan, ”Sesungguhnya cinta adalah modal utama menuju pernikahan”.

Perempuanpun percaya seruan itu …. akhirnya banyak mata perempuan menjadi liar berusaha mencari cinta nya , mencari lelaki yang dirasa itulah cintanya dan menyeleksinya dari satu lelaki ke lelaki lain. Pada akhirnya “cinta” telah membuat lalai, lengah dan terbuai untuk menikah, bahkan tidak berpikir panjang karena cinta yang membutakan, tanpa menyadari arti cinta yang luhur, tanpa menyadari apa yang sebenarnya ia cintai dari lelaki itu bahkan sampai memperdulikan apapun lagi.

Perempuan jatuh dalam buaian gelap cintanya sendiri… terjatuh dalam kegelapan cinta yang membutakan.. bukan cinta yang tulus, suci dan luhur. Ketika badai menerpa kehidupan rumah tangganya .. maka perempuan akan lari dan mencari cinta yang baru.. mengembara dalam asmara untuk mencari cinta yang lain….dan akhirnya kesengsaraan yang berkepanjangan pun menghimpit sepanjang jalan hidupnya.

Karena modal pernikahan adalah cinta yang tulus, suci dan luhur serta niat dan ketaatan.

Dan sang iblis pun menari dengan riang gembira…

Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan, “Sesungguhnya kebahagiaan perempuan dalam hidupnya, jika suaminya adalah kekasihnya”.

Perempuan mengikuti seruan itu….. akhirnya ketika perempuan memahami bahwa suami adalah kekasihnya dan tidak lebih dari kekasihnya, maka dengan berjalannya waktu …. ia pun  setiap hari mulai mencari suami baru. Mencari suami atau kekasih yang dapat menghidupkan kembali cintanya yang padam bersama suami lamanya. Akhirnya, yang lama hilang dan yang baru tidak didapat, hanya kesengsaraan dan kehancuran keluarga yang terjadi dalam hidupnya.

Dan sang iblis pun bersorak sorai…..

Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan. “Ingat kaum lelaki itu hanya akan menikah dengan perempuan yang mereka cintai dan yang mereka sukai. Perempuan yang sesuai dengan selera dan perasaan kita”.

Akhirnya perempuan merasa perlu, bahkan wajib tahu bagaimana bisa masuk kedalam hati para lelaki. Bagaimana bisa membuat para lelaki tertarik. Lantas mereka berhias sesuai dengan yang mereka inginkan. Mereka berpakaian terbuka dan bertingkah laku gila untuk mendapatkan hati para lelaki.

Akibatnya sikap saling tidak percaya pun timbul dan merebak kedalam seluruh jiwa, kecurigaanpun menjangkiti perempuan dan lelaki. Dua kelompok saling berseteru, dan kegelapan menyeruak diantara keduanya.

Akhirnya rumah tiada lagi kehangatan, yang terlihat hanyalah lelaki yang bersikap bagai rahib dan perempuan bagai biarawati. Mereka memasuki awal kehancuran rumah tangga.

Dan sang iblis pun menanti kehancuran itu dengan sangat sabarnya…..

Wahai perempuan ingat lah …

Itulah yang akan kalian tangisi wahai perempuan … para perempuan yang menyerukan kebebasan dirinya… yang mengikuti seruan sang iblis.

Wahai perempuan… kebebasan paling baik adalah kebebasan dalam ikatan yang paling lembut. Perempuan tidak akan sampai pada puncak kebahagiaan kecuali dalam naungan rumah tangga. Didalam itu ia menjadi seorang istri bagi suaminya. Suami yang bisa mencintai dan memuliakannya. Ia juga menjadi ibu bagi anak anaknya dan merawat anak anaknya sejak lahir.

Dan jadilah perempuan memiliki kebebasan surgawi yaitu …

  • Terbebas dari desakan nafsu duniawi yang menghimpit
  • Terbebas dari setiap kilauan yang memperdaya
  • Terbebas dari penghambaan selain Allah
  • Terbebas dari ketundukan dan kepasrahan selain Allah
  • Terbebas dari ketakutan selain takut akan Allah
  • Terbebas dari pujian yang menguasai dirinya
  • Terbebas dari rayuan yang menghanyutkan
  • Terbebas dari buaian yang menistakan

Amin Ya Rohbal’alamin….

Sekilas Pesan

cerah

Kelelawar

kelelawar1

Foto diatas adalah kelelawar yang saya tangkap di daerah Indramayu Jawa Barat, di dalam sebuah gua yang letaknya kurang lebih 15 km ke arah utara dari desa Langut kecamatan Lohbener. Gua tersebut ditemukan tengah hutan jati yang sudah berumur sangat tua dan di dalam gua tersebut juga terdapat sebuah makam kuno yang sangat sangat indah dan unik.

Saya ceritakan sedikit mengenai kelelawar dari beberapa sumber referensi, yang menurut saya kelelawar merupakan salah satu hewan yang unik.

kelelawar2

Sekilas Kelelawar

Informasi yang diketahui sangat sedikit mengenai evolusi kelelawar, karena fosil yang ditemukan 55 juta tahun yang lalu ternyata sudah seperti kelelawar yang ada pada saat ini. Dan kelelawar merupakan jenis mamalia yang dapat terbang dengan sempurna.

Jenis Kelelawar

Kelelawar memiliki spesies yang banyak, menempati urutan kedua setelah mamalia binatang pengerat. Dari 4.000 spesies mamalia, 1000 diantaranya merupakan spesies kelelawar. Untuk mengelompokkannya, kelelawar dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu diberi nama “Megachiroptera” dan “Microchiroptera”. Selain itu dapat dikelompokkan berdasarkan makanan dan kapasitasnya. Kelelawar dengan bentangan sayap 2 meter dan berat mencapai 1,5 Kg dimasukkan dalam kelompok Megachiroptera atau terkenal dengan sebutan “Kalong”.

Ciri-ciri kalong adalah matanya besar, karena tidak mempunyai sistem ekolokasi. Menemukan makanan berupa buah-buahan dan bunga-bungaan dengan mengandalkan penglihatan dan penciuman.

Kelelawar Vampire (Desmonus rotundus)

kelelawar3

Menurut penelitian Schutt (1998), kelelawar vampire dapat bergerak merayap menyamping dan mundur seperti layaknya seekor laba-laba. Selain itu kelelawar jenis ini dapat melompat ke udara karena didukung oleh otot tricep sangat kuat dan jari yang panjang sehingga kelelawar ini memiliki kemampuan untuk melompat setinggi 4 kaki ke udara dalam tempo 30 miliseconds.

kelelawar4

Biasanya mereka menghisap darah hewan seperti kerbau, babi dan kuda, rata rata mereka membutuhkan 3 sendok makan darah per-hari.

Pada tahun 1939 seorang peneliti Dr. William Farabee menceritakan pengalamannya ketika melakukan perjalanan di lembah Amazon ia pernah di hisap oleh kelelawar vampire ketika sedang dia tidur. Dan inilah pertama kali diketahui bahwa kelelawar vampire juga menghisap darah manusia.

kelelawar5

Sumber :

Altringham, John D. 1996. Bats, Biology and Behavior Oxford University Press;

McKaig, Angie. 1999. “Vampire Bats” accessed 11/27/99.

Scutt, William. “Vaulting Vampires” March 1998. Discover v. 19, no. 3. P 14.

Mamaku tersayang … aku Muslim…

boneka mama

Mamaku tersayang tampak keberatan melihat saya berpuasa karena takut saya sakit dan menjadi kurus. Saya usahakan beri penjelasan dan pengertian ke mama tapi namanya ibu yang penuh kasih sayang dan lebih banyak menggunakan perasaan, jelas merasa khawatir. Saya sangat bahagia memiliki ibu yang selalu mendampingi dengan penuh cinta kasih dan sayang…. Alhamdulillah… 

Suatu ketika pada waktu berbuka puasa tahun ini …..

Mama : Kenapa sih jadi kaya gini ?

Chia : Jadi kenapa mam ?

Mama : (sambil menghela nafas) kenapa puasa kaya gini ? mama tidak suka kamu Islam…

Chia : Knapa gitu mam ?

Mama : Iya suka fanatik ama banyak yang ga bener…

Chia : Ah mam, itu mah bergantung orangnya mam, kalo Chia bener ga mam ? hehehe….. (jawab saya sambil canda … )

Chia : Ah mama mah orla…

Mama : Apa itu teh ?

Chia : Mama mah orde lama…

Mama : (…..???  kesian mama bingung ga ngerti hehehe….)

Chia : Kalo jaman dulu mah memang gitu kali mah, kalo sekarang mah udah modern mah, ada ustad dari hongkong segala di bandung,                 yang punya masjid di Tsim Tsa Tsui Kowloon Park mam. Namanya H.Muhammad Kholilulloh di Antapani mam.

Ya memang jawaban yang saya sampaikan kepada mama sangat praktis, bila jawaban yang terlalu sulit untuk di pahami takutnya malah akan membuat mama bingung, malahan jadi beban buat mama. Yang penting saya baik baik, dijalan yang benar dan terpenting tidak membuat mama papa khawatir.

Masalah perilaku manusia dan agama, menurut saya, faktor manusia jelas menentukan kearah mana manusia itu terbentuk selain faktor psiko-sosialnya diluar agama namun ajaran atau pemahaman akan sesuatu juga dapat mempengaruhi kejiwaan orang tersebut yang berdampak kepada perilakunya. Selama ajaran itu benar dipahami dan dijalankan oleh orang tersebut.

Kita lihat berapa banyak muslim di negara kita, maka jelas yang terlihat adalah muslim dari berbagai kalangan dan strata sosial ekonomi. Mereka berpredikat muslim namun apakah mereka benar benar seorang muslim yang menjalankan dan memiliki pemahaman Islam dengan baik?

Kita lihat di China atau Hongkong, bagaimana ? mereka mayoritas berpredikat Budha dan kepercayaan. Sama saja bila kita tinggal disana mungkin yang kita lihat sama seperti disini bahkan lebih parah, jauh lebih parah.

Kita lihat di Amerika, disana tingkat kejahatan, kesadisan jauh dari negara kita dan disana banyak sekali yang berpredikat Kristen. Tidak usah sulit kita lihat orang kulit hitam disana, parah sekali. Dari sikap dan perilaku kulit putih disana terhadap orang Asia termasuk China apalagi Indonesia yang muslim sangat diremehkan. Dan sangat terlihat sorot kebencian dari mata mereka. Tapi tidak semua, namun kebanyakan.

Mungkin demikian, mungkin juga tidak, entah juga. Walahualam…

Tapi yang penting adalah……. Allah SWT memang Baik dan Sangat Baik, akhir akhir ini mama bila sms ke saya kadang kala ada kata Alhamdulilah, bila telepon Samalalikum… maaf bukan salamualaikum.. maklum… namun hal itu sangat menyejukan hati dan tak terasa air mata ini sempat menetes beberapa kali ketika membacanya. Seakan mama telah membuka hati atas pilihan saya. Alhamdulillah Ya Rabb…

Allahuakbar….

Tanda Hitam di Jidat

jidat

Hari Rabu tanggal 28 Oktober saya menemani ibu pergi ke kawinan saudara sepupu dari pihak ibu, di Landmark jalan braga Bandung. Wah, sudah lama saya tidak pernah hadir dalam suatu perayaan, mungkin sudah hampir 4 tahun saya tidak pernah hadir di acara kawinan atau ulang tahun saudara.

Pakaian yang saya kenakan adalah baju muslim dan memang saya sering memakai baju koko bila berpergian ke suatu acara namun diluar acara kawinan atau ulang tahun saudara.

Sesampai di acara tersebut, yah seperti biasa mereka menyapa ibu dan bersikap dingin terhadap saya, saya acuh saja karena saya pikir tidak ada urusan dengan sikap mereka dan sayapun tidak bergantung mereka.

Kemudian ada salah seorang saudara tiba tiba menyapa dan bertanya lantang didepan saudara saudara yang lain.

Si A   : “Apa kabar ? Kenapa jidat nya ?”

Chia  : “Engga,… “  –  dan belum sempat saya menarik nafas dia langsung menyambung perkataannya tadi…

Si A   : “Kok hitam begitu ?”  – kemudian saudara yang lain memotong… dan ikut berkomentar…

Si B    : “Itu kali sembayang sampai jedor jedor kepala ke lantai !”

Chia  : ( dalam hati saya : ah lebih baik diam saja dan tersenyum saja lah, beres urusan )

Si C    : “Bukan itu di tandai oleh Tuhan karena banyak dosa !”  – potong saudara perempuan saya yang cukup dekat hubungannya.

Dan mereka tertawa, sayapun ikut tertawa saja. Dalam hati saya ‘so what gitu loh’, ga penting EGP. Waktu itu ibu sedang mengobrol di meja sebelah jadi tidak memperhatikan obrolan kosong tersebut. Tak sampai 3 menit saya pamit ke toilet  dan sekembali dari toilet saya  ke meja ibu dan duduk di sebelah ibu saja ah, cari aman. Hehehe…

Bukannya saya takut … kali…. Tapi malas saja berkata kata atau mendengar banyolan mereka. Saya pikir memberi penjelasanpun tidak akan ada gunanya bagi mereka maupun diri saya.

Itu kejadian kira kira jam 19 an sebelum acara jamuan makan. Sebenarnya yang sedikit agak tidak ‘nyaman’ adalah kejadian di siang hari sewaktu makan siang di rumah. Saya bersama ibu dan bapak kemudian tidak lama kakak saya datang, karena memang kami tidak tinggal serumah. Kakak tinggal di rumahnya sendiri bersama istri dan anak anak nya.

Kakak : “Kenapa sih jidatnya makin hitam begitu ?,  kayak apa aja ! …. seperti orang singh !!!”. Katanya sambil membentak…. Tau tidak orang singh !?….

Chiahuie : ( diam saja ah , tundukan kepala aja ah… )

Saya yakin dia tahu kenapa jidat saya hitam, makanya dia tidak suka. Dan singh untuk kakak saya itu adalah sebutan untuk orang india di Singapore yang berkasta rendah atau yang biasa di hina karena mereka dianggap kaum buruh. Dan yang membuat saya tidak nyaman adalah perkataan itu di ucapkan dengan nada keras dan di hadapan ayah dan ibu.

Ya sebenarnya sakit juga sih hati karena ini sudah ke 3 kali dia mengomentari masalah jidat ini. Tapi ah biar saja, saya tidak mau mengotori hati takut nanti jauh sama Allah Swt. Apapun saya terima asal jangan sampai jauh hati dan pikiran ini dari Allah Swt. Takut sekali kalau tahajud dan Allah terasa jauh, saya benar benar takut sekali.

Semenjak saya tahajud selain 5 waktu memang jidat saya ada tanda hitam, alhamdulillah dari bulan puasa kemarin sampai tadi malam, Allah Swt menjaga shalat malam saya. Karena penasaran saya cari tahu di forum Islam, forum di website NU dan lainnya. Ada beberapa pendapat berkaitan dengan jidat hitam yakni :

  1. Ria dan ingin pamer. – menurut saya itu tidak sepenuhnya benar apa pernah menanyakan kepada yang berjidat hitam hal tersebut.
  2. Cara sujud yang salah karena ketiak tidak dibuka lebar – saya selalu berusaha dan belajar untuk melakukan gerakan shalat sebaik mungkin, jadi kurang tepat rasanya.
  3. Sengaja menekan nekan kepala ketika sujud – saya pikir itu tidak ada gunanya untuk dilakukan, tidak benar juga pendapat ini.
  4. Jumlah shalat yang banyak – mungkin benar mungkin tidak karena setiap orang yang ada tanda hitam di jidat belum tentu memiliki jumlah shalat yang lebih banyak dari yang jidat nya tidak bertanda hitam.
  5. Ketebalan kulit pada jidat – mungkin ada benarnya, jadi untuk kulit tipis dengan kulit yang tebal akan berbeda bagi yang banyak sujud atau sujud yang panjang dengan yang sedikit sujud. Saya coba bandingkan dengan kulit pada sikut kita. Mungkin proses nya mirip.

Sebenarnya yang di permasalahkan dalam forum forum tersebut adalah apakah yang bertanda hitam di jidat menandakan ketakwaan seseorang ?. Menurut saya tanda itu tidak memiliki hubungan dengan ketakwaan seseorang atau menadakan dia seorang ahli shalat. Karena yang memiliki ukuran dan timbangan ketakwaan bukanlah manusia tetapi Allah Yang Maha Kuasa.

 Ada kenalan saya seorang haji bergelar insinyur (intelektual baik), menurut kacamata saya dia orang yang soleh begitu pula istrinya. Shalat 5 waktu itu pasti dan shalat malam tidak ketinggalan. Suami istri itu memiliki tanda hitam di dahi bahkan jauh lebih pekat dari tanda pada dahi saya yang samar samar.

Bagi saya pribadi tanda hitam di jidat mau tambah hitam atau hilang saya tidak peduli, bilamana saya di kata katai dan sebagainya saya juga tidak ambil pusing, yang pasti saya akan tetap membawa Panji Allah, tetap berpakaian muslim ke pesta atau acara saudara dan berjalan tegak ditengah mereka mereka yang berseberangan dengan jalan indah yang saya tempuh yaitu sebagai muslim.

Bukan bermaksud pamer, sombong atau menantang tapi karena saya bangga punya Allah Swt. dan saya bangga sebagai hamba Nya. Tiada Tuhan melainkan ALLAH.

Saya tadi malam seusai tahajud, saya tertawa bersama Allah Swt., …. Ya Allah… Ya Allah….. pikir pikir lucu juga mereka semua, hal begitu dijadikan suatu bahasan seruu lagi. Bolak balik, sana situ, utara selatan, teruus mbulet……  Coba saja surfing di google “Tanda hitam di JIDAT” , dan coba lihat ada berapa banyak website yang kita temukan berkaitan dengan itu.

Ya Allah, Engkau memang Maha Pencipta……

Alahuakbar Ya Allah…..  Allahuakbar…… Allahuakbaar !

Perjalananku sebagai Mualaf (4)

 

me

 

Tahun 2000 : Menuju Kematian

Di tahun ini saya sakit parah selama 6 bulan lebih dan dokter tidak mengetahui jenis penyakitnya. Secara perlahan organ vital dalam tubuh saya satu persatu gagal berfungsi.

Pada masa masa akhir hidup ini, saya tidak bisa tidur sama sekali selama hampir 2 minggu penuh dan tingkat kewarasan mulai menurun. Kondisi paru paru terendam air 75%, bila berjalan lebih dari 7 langkah debar jantung sangat cepat mencapai 165 detak permenit dan kadang kala gagal berdetak, tiba tiba jantung terhenti, sedangkan ginjal rusak sebelah dan kadar racun dalam darah sudah memasuki batas berbahaya, liver bengkak, berat badan dari 72kg tinggal 48kg.

Dan dokter keluarga kami waktu itu memperkirakan hidup saya tidak lebih dari 14 hari saja, bahkan sewaktu waktu bisa meninggal. Sayapun di rawat di rumah.

Berbagai upaya dilakukan oleh orang tua saya dari kedokteran sampai hal diluar medis (kelompok gereja, usir setan di badan saya dll) namun tak membuahkan hasil. Sampai suatu ketika tiba tiba ada kenalan kakak saya yaitu seorang dosen di ITB membawa seseorang yang di sebut ‘guru’. Beliau seorang muslim namun dia mengatakan kepada keluarga kami bahwa pengobatan dilakukan bukan dengan agama karena pengobatannya bersifat universal. Namun keluarga juga sudah tidak memikirkan hal hal itu karena berharap saya bisa sembuh.

Saya di baringkan di lantai dan disuruh tenang memejamkan mata. Tidak lama sayapun seolah tertidur namun sangat terasa tangan beliau menarik tangan saya keatas dan tubuh saya serasa terbang, tertarik keatas. Kemudianterlihat melalui berbagai lorong berwarna warni dengan sangat cepat sampai akhirnya masuk ke alam yang gelap dan sangat gelap, terasa kosong namun terasa tenang sekaligus sangat sunyi. Tubuh masih terasa melayang menuju ke satu arah dan tiba tiba ada cahaya putih yang sangat menyilaukan mata dan saya terbangun.

Ternyata saya telah tertidur selama 8 jam lebih. Mukjizat memang, semenjak itu saya sudah bisa mulai tidur, namun setiap tidur siang atau malam ibu saya sering melihat saya berbicara sendiri sewaktu tidur, mengangkat tangan seakan menjangkau sesuatu di atas, dan berbahasa arab yang sekarang saya sadari bahwa waktu itu saya mengucapkan surah Al Iklas terus menerus, Allahuakbar padahal saya sendiri belum tahu apalagi hafal. Entah apa yang terjadi sebenarnya.

Pada masa masa itu banyak sekali pengalaman spiritual yang saya alami dan pelajaran yang di peroleh lewat mimpi. Saya pernah bermimpi ada tangan yang sangat besar mengangkat /menarik tangan saya keatas. Dan sering sekali mendengar nasehat entah dari mana dan saya menjawab “iya… iya…” namun ketika terbangun saya hanya ingat sepotong sepotong. Dan saya pernah bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. Allahuakbar.

Kondisi saya semakin membaik bahkan minggu ketiga kesehatan saya kembali di cek di rumah sakit, dilakukan berbagai test dan hasilnya seluruh organ vital saya telah pulih 100%, sangat sehat bahkan lebih sehat dari sebelum sakit. Seakan organ vital saya diganti baru semua oleh Allah SWT. Ya Rahman Ya Rohimin. Allahuakbar.

 

Tahun 2001 : Membuka lembaran baru dalam perjalanan kehidupan saya. Berkeluarga dengan 2 orang anak. Keluarga harmonis namun tidak islami meski istri seorang Muslim dari lahir. Dan saya sangat mencintai istri dan anak anak sepenuh hati.  

Tahun 2006 akhir : Kembali menuju kehancuran kehidupan saya total dan siksaan batin yang sangat luar biasa. Saya kehilangan anak dan istri. Bahkan bisa di bilang saya mengalami goncangan jiwa karena penghianatan anak manusia bahkan sempat dirawat di rumah sakit jiwa. Karena stress dll loh..bukan karena gila, mungkin menurut saya tidak…, namun entah menurut orang lain…. entahlah….

« Older entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.