Perjalananku sebagai Mualaf (1)

DERAI AIR MATA

 

Di keluarga saya, kami dengan 3 bersaudara. Kakak lelaki saya seorang Kristen yang sangat kuat, Kristen Adven dan bisa di bilang fanatik. Sedang adik perempuan saya seorang Katolik aliran Kharismatik Kanada karena kebetulan dia tinggal di AS. Dan saya Muslim. Sedangkan ibu seorang katolik dan ayah masih penganut aliran kepercayaan.

 

image_for_mualaf
Tahun 1994

Saking kuatnya kakak akan agamanya sampai sampai memaksakan kepada adik adiknya dengan maksud tujuan yang baik juga tentunya. Desakan untuk ikuti ajarannya sangat terasa oleh saya karena saya masih tinggal bersama mereka di rumah orang tua. Sedang adik perempuan saya berada di AS. Dan saya di benci karena seorang muslim bahkan suatu ketika sedang bercerita bersama kakak dengan maksud diskusi agama dan saya menyebutkan nama Nabi yang terakhir yakni Nabi Muhammad SAW.

 

Kakak langsung menampar saya dan mengancam untuk tidak boleh menyebut nama Nabi Muhammad SAW didalam rumah terlebih dihadapan dia dan istrinya. Bahkan dia menyebut nama Nabi Muhammad SAW dengan sebutan (maaf) Mr. M.

 

Sejak itu saya tidak pernah lagi berdiskusi agama, dan kakak terus berusaha mempengaruhi saya dan melakukan doktrinisasi. Apapun kesalahan saya selalu dikaitkan dengan agama yang saya anut. Pedih memang, bahkan banyak fitnah untuk merusak saya didepan orang tua dan adik. Hanya untuk memperlihatkan bahwa agamanya paling benar. Dan ini berlangsung cukup lama dan bertubi-tubi. 

 

Sebagai satu satunya Muslim di lingkungan chinese saya, sayapun di jauhi oleh sanak saudara yang lain. Sampai sekarang saya, hampir tidak pernah berkomunikasi dengan sanak saudara yang lain.

 

Kalau dengan saudara sekandung , masih komunikasi biasa hanya sekedar kakak beradik namun tetap berjarak dan saya sangat menjaga untuk tidak bicara mengenai agama. Ya bisa dibilang cukup harmonis dalam hal yang lain, alhamdulillah.

 

Saya tidak membenci kakak saya, bagaimanapun dia kakak kandung yang saya cintai.

 

 

TAHUN 1996 : Berontak kepada ALLAH

Akhirnya saya tiba di persimpangan kebimbangan. Bertanya keras dalam hati apakah yang saya anut adalah benar salah ? Kemana saya harus mencari jawaban dari berbagai pertanyaan ini ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: