Perjalananku sebagai Mualaf (2)

Tahun 1996 : Berontak kepada ALLAH

Akhirnya saya tiba di persimpangan kebimbangan. Bertanya keras dalam hati apakah yang saya anut adalah benar salah ? Kemana saya harus mencari jawaban dari berbagai pertanyaan ini ?

satan 

Tahun 1996 

Maklum karena saya otodidak , tidak punya guru agama islam, tidak ada yang mengarahkan dan tidak tahu harus mencari kemana. Sekolah pun di sekolah Katolik dan universitas pun di universitas Kristen. Pada waktu saya putuskan untuk mencari tahu, entah sebagai obat rasa penasaran atau pelarian, saya memutuskan mempelajari agama lain terutama agama yang sangat di promosikan, yaitu Kristen.

 Di tahun itu pula saya ikut sekolah agama khusus (pendalaman) dan bisa di bilang sekolah pendeta. Dan saya sampailah tingkat akhir yaitu tingkat 4 dan siap lulus dengan predikat Pendeta Muda, hampir selama 1 tahun intensif seminggu 2 kali sekolah, ditambah aktifitas lain yaitu 2 kali merayakan ibadah di rumah rumah jemaat setiap senin kami yang biasa kami sebut famili altar dan setiap rabu, jumat dan sabtu pagi melakukan ibadah yang disebut menara doa di tempat ibadah. Keseharian saya di penuhi dengan aktifitas ibadah dan ibadah.

 Sekarang ini terbesit di benak saya bahwa betapa keji dan hina diri saya dihadapan Allah. Ya Allah, ampuni hambamu yang busuk dan murtad ini.

“Saya bakar gereja ini …!”

Selama saya mempelajari Kristen begitu banyak hal yang bertentangan dengan nurani, hampir semua pertanyaan yang saya ajukan tidak dapat menjawab atau mendapat jawaban yang mengecewakan dari pengajar, dan jawabannya sangat klasik “ pakai iman dan hati“…. semakin lama semakin menumpuk dan kuat. Dorongan untuk memberontak yang luar biasa sampai akhirnya 2 minggu sebelum kelulusan, entah mengapa tiba tiba di dalam kelas saya berdiri dan berteriak dengan sangat sangat keras sambil membanting meja, (maaf) “Anjiing !” lihat saja anjing gua bakar gereja ini, bangsat !” dan saya pergi meninggalkan tempat pendidikan itu. 

Entah apa yang ada di dalam benak, yang pasti ada kebencian sekaligus rasa kecewa yang amat mendalam karena semua tidak sesuai dengan harapan ataupun yang di tawarkan ajaran mereka. Terasa sangat sakit dan kebencian yang sangat mendalam di hati, saya benar benar merasa di permainkan dan di bodohi begitu saja semau mereka. Mereka memaksakan ajarannya supaya saya telan bulat bulat meski itu ‘busuk’. Dan sayapun yakin seyakin yakinnya bahwa mereka juga tahu bahwa ajaran mereka itu sesat. Dan hal itu yang membuat saya tidak dapat menerima.

Sejak itu saya benar benar merasa sangat merana dan bingung, benar benar bingung, kebencian akan agama lain terutama Kristen sampai sampai berniat untuk melakukan hal ekstrim yang dilarang oleh undang undang. Merasa bersalah, berdosa, kotor, malu akan bathin islami sekaligus bingung dengan ajaran yang diterima itu. Benar ajaran diluar pemikiran normal.

Selama tahun 1996 sampai tahun 1998 itu merupakan tahun yang sangat tragis untuk kehidupan duniawi ataupun spriritual saya. Saya mengembara mencari “tuhan”, tuhan yang mana ? 

Dalam kebimbangan dan kekacauan itu menyeret kehidupan saya , benar benar suatu kehancuran. Keluarga hancur, pecah, pekerjaan hancur… benar benar tersesat … berbagai jenis obat obatan terlarang dari pil koplo sampai heroin, judi sampai jadi bandar dan berjuta keburukan lain dilakukan.

Ya Allah Ya Rabb, janganlah keburukan keburukan yang saya lakukan diikuti anak cucu saya,

tidak pula dari mereka yang memetik pengetahuan dari saya Ya Allah

dan putuskanlah rantai itu sampai disini saja Ya Allah.

Sesungguhnya hamba-Mu bertaubat dan bertawakal kepada- Mu.


Tahun 1998 : Kembali kepada ALLAH melalui keajaiban

Ya Rahman Ya Rahim, Allahuakbar di penghujung tahun 1998 saya mendapat Ridho dan Jalan dari Allah untuk kembali kepada-Nya. Allah sangat Baik dan benar benar Baik, berbagai keajaiban terjadi. Namun batin yang kotor ini, pikiran yang hina ini masih terus menghantui… butuh lebih dari sekedar perjuangan yakni pengorbanan… 

Allahuakbar……

Iklan

2 Komentar

  1. susan siregar said,

    5 Juni 2010 pada 12:39

    Ass.Wr.Wb
    Bersyukurlah, Anda termasuk salah seorang manusia beruntung karena telah diberi hidayah oleh Allah SWT. Jangan anda sia-siakan pemberian itu, masuklah kedalam Islam secara penuh. Ingatlah ! satu-satunya agama yang diterima disisi Allah adalah ISLAM. Karena bagimanapun baiknya orang, suka beramalnya orang, suka menolongnya orang, jika ia tidak beragama Islam maka dimata Allah orang tsb bukan apa-apa.
    Satu lagi hal yang utama, jangan lupakan sholat ! karena sholat tiang agama.
    Wass.

    • kchihui said,

      7 Juni 2010 pada 19:14

      Alhamdulillah. Terima kasih banyak untuk komen dan juga masukkannya yang sangat berarti buat saya. Wassalamu’alaikum.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: