Perjalananku sebagai Mualaf (3)

mood

Akhir Tahun 1998 : Kembali kepada ALLAH melalui keajaiban

Ya Rahman Ya Rahim, Allahuakbar di penghujung tahun 1998 saya dibukakan  Jalan dari Allah untuk kembali kepada-Nya. Allah sangat Baik dan benar benar Baik, berbagai keajaiban terjadi. Namun batin yang kotor ini, pikiran yang hina ini masih terus menghantui… butuh lebih dari sekedar perjuangan yakni pengorbanan…

Saya bertemu eyang saya yang bernama KH. Ahmad Zaini di depok. Umurnya sudah 97 tahun, memiliki madrasah, ahli pengobatan alami dan penuh keajaiban. Beliau ketika saya datang telah mengetahui seluruh perjalanan kehidupan saya tanpa saya ceritakan terlebih dahulu dan sangat paham dengan apa yang saya alami.

Kemudian selama 4 hari 3 malam saya diajarkan bermacam hal seperti berzikir, shalat dan mengaji, khusus mengaji saya mengikuti eyang ya sebisanya. Untuk pengajian dilakukan dari jam 23 malam sampai subuh baru ditutup dengan shalat subuh. Sedangkan setelah dzuhur saya diajarkan mengenai kehidupan dan keislaman.

Dan  pada malam ke 3 saya disuruh mandi malam jam 2 malam kemudian dibacakan doa setelah itu di islamkan kembali (bersyahadat) dan di sumpah Al’quran. Untuk tetap setia di jalan Allah SWT dan siap untuk berjihad demi kepentingan umat. Dan esoknya saya di suruh pulang dalam artian kembali ke dunia keseharian saya. Itulah cerita singkatnya. Namun banyak sekali hal yang diluar logika manusia yang terjadi setiap malam pada waktu itu.

Setelah pengalaman spiritual itu, saya merasa merasa yakin benar bahwa tubuhku, hatiku dan jiwa ini hanya untuk Allah SWT semata dan Tiada Tuhan selain ALLAH. Mata batin saya terbuka, melihat dunia penuh keindahan. Saya kadang terpaku hanya melihat sebatang pohon saja. Semua terasa begitu indah dan Kasih Allah yang sangat luar biasa. Subhanallah.

Dan saya mulai ke masjid shalat jumat namun terkadang merasa menjadi tontonan, sorotan mata sesama ihwan entah bermakna apa yang pasti kadang saya merasa risih dan hanya menunduk. Sampai puncaknya suatu ketika selesai berwudhu, ada seseorang yang berkata lantang (maaf)  “hai cina, akew , ngapain kesini ! sambil meludah” dan kata kata lain yang kurang enak didengar.

Bahkan kejadian berikutnya di masjid yang lain, namun memang dengan perkataan yang lain, tapi sindiran yang cukup pedas.

Terus terang pada waktu itu mental saya masih sangat lemah, sudah merasa terasing, dan memang tidak mempunyai kawan. Bahkan impian berharap saudara seiman menerima namun hal lain yang terjadi.

Semenjak itu saya bershalat di rumah dan jarang ke masjid.

Ya Allah ampuni hamba Mu  yang nista dan lemah ini…..

 

Tahun 2000 : Menuju Kematian

Di tahun ini saya sakit parah selama 6 bulan lebih dan penyebab sakit dokter tidak dapat mengetahui secara pasti. Secara perlahan organ vital dalam tubuh saya satu persatu gagal berfungsi…… Dan waktu itu dokter sudah menyatakan hidup saya tidak lebih dari satu minggu…

Allahuakbar……

Iklan

4 Komentar

  1. kacierkusuma said,

    1 November 2009 pada 07:16

    whooo bagus banget artikelnya….

    jangan lupa mampir ya mas….

    • kchihui said,

      1 November 2009 pada 12:13

      Sip. makasih ya.

  2. siawling said,

    8 November 2009 pada 11:50

    gak usah kecewa kamu sudah merasa jalanmu benar dan di ridhoi kamu harus bertahan harus beribadah diRumahNya karena gak ada beribadah seorang diri kalau gak ada kekerasan tunjukkanlah engkau seorang muslim sejati bukan hanya menyandang nama muslim tapi perbuatanya tidak di jalanNya

  3. kchihui said,

    8 November 2009 pada 13:13

    Makasih ya ling


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: