Perjalananku sebagai Mualaf (4)

 

me

 

Tahun 2000 : Menuju Kematian

Di tahun ini saya sakit parah selama 6 bulan lebih dan dokter tidak mengetahui jenis penyakitnya. Secara perlahan organ vital dalam tubuh saya satu persatu gagal berfungsi.

Pada masa masa akhir hidup ini, saya tidak bisa tidur sama sekali selama hampir 2 minggu penuh dan tingkat kewarasan mulai menurun. Kondisi paru paru terendam air 75%, bila berjalan lebih dari 7 langkah debar jantung sangat cepat mencapai 165 detak permenit dan kadang kala gagal berdetak, tiba tiba jantung terhenti, sedangkan ginjal rusak sebelah dan kadar racun dalam darah sudah memasuki batas berbahaya, liver bengkak, berat badan dari 72kg tinggal 48kg.

Dan dokter keluarga kami waktu itu memperkirakan hidup saya tidak lebih dari 14 hari saja, bahkan sewaktu waktu bisa meninggal. Sayapun di rawat di rumah.

Berbagai upaya dilakukan oleh orang tua saya dari kedokteran sampai hal diluar medis (kelompok gereja, usir setan di badan saya dll) namun tak membuahkan hasil. Sampai suatu ketika tiba tiba ada kenalan kakak saya yaitu seorang dosen di ITB membawa seseorang yang di sebut ‘guru’. Beliau seorang muslim namun dia mengatakan kepada keluarga kami bahwa pengobatan dilakukan bukan dengan agama karena pengobatannya bersifat universal. Namun keluarga juga sudah tidak memikirkan hal hal itu karena berharap saya bisa sembuh.

Saya di baringkan di lantai dan disuruh tenang memejamkan mata. Tidak lama sayapun seolah tertidur namun sangat terasa tangan beliau menarik tangan saya keatas dan tubuh saya serasa terbang, tertarik keatas. Kemudianterlihat melalui berbagai lorong berwarna warni dengan sangat cepat sampai akhirnya masuk ke alam yang gelap dan sangat gelap, terasa kosong namun terasa tenang sekaligus sangat sunyi. Tubuh masih terasa melayang menuju ke satu arah dan tiba tiba ada cahaya putih yang sangat menyilaukan mata dan saya terbangun.

Ternyata saya telah tertidur selama 8 jam lebih. Mukjizat memang, semenjak itu saya sudah bisa mulai tidur, namun setiap tidur siang atau malam ibu saya sering melihat saya berbicara sendiri sewaktu tidur, mengangkat tangan seakan menjangkau sesuatu di atas, dan berbahasa arab yang sekarang saya sadari bahwa waktu itu saya mengucapkan surah Al Iklas terus menerus, Allahuakbar padahal saya sendiri belum tahu apalagi hafal. Entah apa yang terjadi sebenarnya.

Pada masa masa itu banyak sekali pengalaman spiritual yang saya alami dan pelajaran yang di peroleh lewat mimpi. Saya pernah bermimpi ada tangan yang sangat besar mengangkat /menarik tangan saya keatas. Dan sering sekali mendengar nasehat entah dari mana dan saya menjawab “iya… iya…” namun ketika terbangun saya hanya ingat sepotong sepotong. Dan saya pernah bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW. Allahuakbar.

Kondisi saya semakin membaik bahkan minggu ketiga kesehatan saya kembali di cek di rumah sakit, dilakukan berbagai test dan hasilnya seluruh organ vital saya telah pulih 100%, sangat sehat bahkan lebih sehat dari sebelum sakit. Seakan organ vital saya diganti baru semua oleh Allah SWT. Ya Rahman Ya Rohimin. Allahuakbar.

 

Tahun 2001 : Membuka lembaran baru dalam perjalanan kehidupan saya. Berkeluarga dengan 2 orang anak. Keluarga harmonis namun tidak islami meski istri seorang Muslim dari lahir. Dan saya sangat mencintai istri dan anak anak sepenuh hati.  

Tahun 2006 akhir : Kembali menuju kehancuran kehidupan saya total dan siksaan batin yang sangat luar biasa. Saya kehilangan anak dan istri. Bahkan bisa di bilang saya mengalami goncangan jiwa karena penghianatan anak manusia bahkan sempat dirawat di rumah sakit jiwa. Karena stress dll loh..bukan karena gila, mungkin menurut saya tidak…, namun entah menurut orang lain…. entahlah….

Iklan

10 Komentar

  1. dat said,

    24 Oktober 2009 pada 01:11

    Pengalaman kehidupan yang luar biasa. ..
    Semoga tetap tabah…jangan lupa Allah tidak pernah memberi cobaan melebihi kemampuan manusia.
    Setiap orang pasti pernah mengalami pengalaman/cobaan dari Allah yang luar biasa beratnya, saya juga..jadi anda tidak sendiri. Saya yakin anda pasti bisa menghadapi dan sukses menyelesaikannya.

    • kchihui said,

      26 November 2009 pada 21:36

      Amin Ya Rabb… terima kasih mas… salam dan doaku untuk mas sekeluarga.

  2. ali muhdhor said,

    11 Januari 2010 pada 01:35

    YACH KERUCUTKAN SEMUA NIAT,SEMUA YANG ADA DIDUNIA INI HANYA MAKHLUK,SEMUA SEMU DAN BAKAL HANCUR …HANYA DIA YANG MAHA HIDUP,SERBA MAHA…LAILAAHAILALLAH…..

    • kchihui said,

      24 April 2010 pada 19:01

      Amin Ya Rabb

  3. yuliani said,

    12 Mei 2010 pada 11:37

    subahanallah, allahuakbar

    • kchihui said,

      12 Mei 2010 pada 17:18

      Terima kasih atas koment” nya.

  4. Sukma Sanali said,

    9 Juni 2010 pada 20:46

    Assalamualaikum,
    Yakinlah !!, Allah tidak akan memberikan kepada umatNya suatu cobaan yang tidak mungkin umatNya tidak dapat mengatasi (cobaan tsb). Namun harus diiingat bahwa cobaan itu diberikan semata-mata untuk menguji keimanan kita. Oleh karena itu cobaan yang diberikan Allah sangat sangat bermacam-macam, apakah itu berupa kesenangan, penderitaan, kebahagiaan, kesehatan, sakit dsb. Pangkal masalah sebenarnya ada pada diri kita sendiri dalam menghadapi cobaan itu. Berupa cobaan kesenangan atau kebahagiaan, apakah kita sudah bersyukur atau belum. Berupa penderitaan apakah kita bersabar atau tidak dst.
    Anda yang telah memperoleh hidayah dari Allah berupa petunjuk untuk beriman kepada Allah pun bukan berarti tidak diberi cobaan. Bahkan mungkin cobaan yang diberikan kepada anda lebih berat dari yang lain dan ini semata-mata untuk menguji sejauh mana anda akan bertahan dengan keimanan anda karena Allah itu tidak bisa dibohongi !!
    Masalah yang anda hadapi jadikanlah sebagai bahan intropeksi, apakah atas hidayah yang anda terima (yang tidak semua orang dapat menerima itu) sudah anda syukuri dengan berbagai penjabarannya ? . Mungkin anda akan bilang sudah, itu kan dimata manusia, bagaimana dimata Allah ?.
    Setelah anda intropeksi, sudah saatnya sekarang anda bangkit lagi ! tidak ada gunanya meratapi masa lalu.Satu hal harus diingat, jangan putus asa terhadap rakhmat Allah !. Allah itu maha penolong !! yakinilah itu !!
    Coba anda baca dan renungkan firman Allah dalam surat Al-Insyirah (alam nasyroh)— sudah saya buktikan kebenaran surat tsb .
    Dari hubungan manusia dengan manusiapun apabila anda bangkit kembali tentu banyak orang yang akan mendoakan anda terlebih jika karya anda memberi manfaat dan kebahagiaan kepada orang lain.
    Semoga langkah anda memperoleh ridla dari Allah SWT. Aaamiin. Wassalam

    • kchihui said,

      9 Juni 2010 pada 22:56

      Wa’alaikumsalam… iya abah terima kasih buat pesan nasehat dan pencerahaan dari abah. Benar menyentuh dan mengetok pintu hati saya. Sekali lagi terima kasih ya abah. Wassalamu’alaikum.

  5. Sukma Sanali said,

    10 Juni 2010 pada 20:05

    Untuk direnungkan :

    Ketika suara adzan berkumandang,
    jangan kau bayangkan saatnya Sangkuriang berang,
    ucapkan Alhamdulillah,
    kita masih diberi kesempatan beribadah,

    Ketika suara adzan berkumandang,
    masih banyak manusia yang meradang,
    seakan telah menggangu kenikmatan,
    sesungguhnya mereka lupa,
    membenci suara adzan perbuatan dosa,

    suara adzan , ya …. itu suara azan,
    walau kau terdengar jauh disana,
    bahkan tidak dibawakan bak seriosa,
    engkau mampu menggetartkan jiwa manusia,
    jiwa yang merana,
    jiwa yang putus asa,
    jiwa yang hampa,
    jiwa yang penuh dusta,
    bahkan jiwa yang penuh dosa.
    bagiku engkau pembawa hidayahNya,

    Tolong “D.E” diingatkan, jangan lupa sholat !! Ingat jangan sampai “nanti” timbul masalah baru. Wass

    • kchihui said,

      11 Juni 2010 pada 23:56

      Amin Ya Rabb. Iya abah, insya’allah akan saling mengingatkan. Terima kasih banyak bahan renungannya ya abah. Wassalam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: