Iblis Penyeru Perempuan

Mengapa Perempuan

Kenapa kita lelaki kadang terlalu mempersoalkan masalah perempuan, terlalu berlebihan memperbincangkannya, terlalu mencampuri urusannya, pakaiannya, tingkah lakunya, kekebasannya, keluarganya, seakan akan tidak ada lagi hal lain selain mengurusi perempuan ?

Namun perempuan tidak mengadu karena telah di dzalimi, dan tidak juga meminta untuk di lepaskan dari belenggunya. Lalu apa yang kalian dapatkan dengan membicarakan tentang perempuan siang dan malam ?

Sesungguhnya kaum lelaki tidak meratapi perempuan, tetapi meratapi diri nya sendiri dan bukan  menangisi mereka , tetapi menangisi hari hari yang telah kaum lelaki habiskan dalam dunia.

Suatu yang indah dan memang sudah semestinya….

Selama ribuan tahun kaum perempuan telah hidup dalam rumahnya dengan penuh ketenangan, ketentraman dan ridha pada keadaan dirinya serta kehidupannya. Perempuan mendapatkan kebahagiaan ketika menjalankan kewajibannya, ketika berdiri di hadapan Tuhan dan ketika mengasuh dan merawat anak-anaknya.

Mereka mendapapatkan kemuliaan dalam ketundukan terhadap orang tua, taat kepada perintah suami dan taat mengedepankan ridha keduanya. Mereka telah memahami makna cinta sejati dan tidak pernah mengenal dengan kata cinta yang membutakan segalanya.

Mereka mencintai suaminya karena ia memang suaminya, sebagaimana mereka mencintai anak anaknya lantaran memang anak-anaknya.

Sementara perempuan lain menilai bahwa cinta adalah dasar menuju pernikahan, maka perempuan yang ini menilai bahwa pernikahan adalah dasar lahirnya cinta.

Dan baginya pernikahan bukanlah akhir dari cinta, namun tempat cinta itu tumbuh dan terpelihara dengan baik. Tanpa pernikahan cinta anak manusiapun akhirnya akan kandas.

Sang perempuan terus melangkah dalam kebahagiaan dalam garis yang telah ditetapkan sebagaimana kodratnya dan sebagaimana yang telah tersurat dan tersirat dalam kitab kehidupan.

Sampai pada suatu ketika…… Sang Iblispun Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan, “Kaum lelaki telah bertindak sewenang-wenang kepada kalian, bahkan ada mereka dari keluarga kalian, padahal mereka bukanlah orang yang akalnya lebih cemerlang. Mereka tidak lebih hebat dari pendapat kalian dan tidak lebih tahu tentang urusan kalian daripada kalian sendiri. Mereka kaum lelaki tidak punya hak untuk mengatur hidup kalian”.

Perempuan mengikuti seruan sang iblis… akibatnya banyak perempuan masa kini yang berani terhadap ayahnya, dan tidak menuruti perintah suaminya lagi. Sehingga, rumah yang semula penuh dengan canda tawa dan kasih sayang, berubah menjadi ratapan, tangisan dan tanpa ketenangan.

Dan sang iblis pun tertawa puas…..

Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan, “Pilihlah calon suamimu sesukamu sehingga keluargamu tidak menipu dalam hal kebahagiaan masa depan kalian”.

Perempuan mengikuti seruan itu … Akhirnya, banyak perempuan yang terjerumus ke dalam pilihan semaunya dalam kebebasan tanpa pertimbangan, tanpa membuka hati atas saran atau nasehat dari siapapun. Dan ternyata memang berakhir buruk, hari hari yang mereka lalui terasa lebih panjang, tanpa kebahagiaan. Selanjutnya, mereka akan merasakan penderitaan yang pedih dan berkepanjangan.

Dan sang iblis pun tersenyum bangga…..

Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan, ”Sesungguhnya cinta adalah modal utama menuju pernikahan”.

Perempuanpun percaya seruan itu …. akhirnya banyak mata perempuan menjadi liar berusaha mencari cinta nya , mencari lelaki yang dirasa itulah cintanya dan menyeleksinya dari satu lelaki ke lelaki lain. Pada akhirnya “cinta” telah membuat lalai, lengah dan terbuai untuk menikah, bahkan tidak berpikir panjang karena cinta yang membutakan, tanpa menyadari arti cinta yang luhur, tanpa menyadari apa yang sebenarnya ia cintai dari lelaki itu bahkan sampai memperdulikan apapun lagi.

Perempuan jatuh dalam buaian gelap cintanya sendiri… terjatuh dalam kegelapan cinta yang membutakan.. bukan cinta yang tulus, suci dan luhur. Ketika badai menerpa kehidupan rumah tangganya .. maka perempuan akan lari dan mencari cinta yang baru.. mengembara dalam asmara untuk mencari cinta yang lain….dan akhirnya kesengsaraan yang berkepanjangan pun menghimpit sepanjang jalan hidupnya.

Karena modal pernikahan adalah cinta yang tulus, suci dan luhur serta niat dan ketaatan.

Dan sang iblis pun menari dengan riang gembira…

Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan, “Sesungguhnya kebahagiaan perempuan dalam hidupnya, jika suaminya adalah kekasihnya”.

Perempuan mengikuti seruan itu….. akhirnya ketika perempuan memahami bahwa suami adalah kekasihnya dan tidak lebih dari kekasihnya, maka dengan berjalannya waktu …. ia pun  setiap hari mulai mencari suami baru. Mencari suami atau kekasih yang dapat menghidupkan kembali cintanya yang padam bersama suami lamanya. Akhirnya, yang lama hilang dan yang baru tidak didapat, hanya kesengsaraan dan kehancuran keluarga yang terjadi dalam hidupnya.

Dan sang iblis pun bersorak sorai…..

Sang Iblis Berseru kepada Perempuan…..

Wahai perempuan. “Ingat kaum lelaki itu hanya akan menikah dengan perempuan yang mereka cintai dan yang mereka sukai. Perempuan yang sesuai dengan selera dan perasaan kita”.

Akhirnya perempuan merasa perlu, bahkan wajib tahu bagaimana bisa masuk kedalam hati para lelaki. Bagaimana bisa membuat para lelaki tertarik. Lantas mereka berhias sesuai dengan yang mereka inginkan. Mereka berpakaian terbuka dan bertingkah laku gila untuk mendapatkan hati para lelaki.

Akibatnya sikap saling tidak percaya pun timbul dan merebak kedalam seluruh jiwa, kecurigaanpun menjangkiti perempuan dan lelaki. Dua kelompok saling berseteru, dan kegelapan menyeruak diantara keduanya.

Akhirnya rumah tiada lagi kehangatan, yang terlihat hanyalah lelaki yang bersikap bagai rahib dan perempuan bagai biarawati. Mereka memasuki awal kehancuran rumah tangga.

Dan sang iblis pun menanti kehancuran itu dengan sangat sabarnya…..

Wahai perempuan ingat lah …

Itulah yang akan kalian tangisi wahai perempuan … para perempuan yang menyerukan kebebasan dirinya… yang mengikuti seruan sang iblis.

Wahai perempuan… kebebasan paling baik adalah kebebasan dalam ikatan yang paling lembut. Perempuan tidak akan sampai pada puncak kebahagiaan kecuali dalam naungan rumah tangga. Didalam itu ia menjadi seorang istri bagi suaminya. Suami yang bisa mencintai dan memuliakannya. Ia juga menjadi ibu bagi anak anaknya dan merawat anak anaknya sejak lahir.

Dan jadilah perempuan memiliki kebebasan surgawi yaitu …

  • Terbebas dari desakan nafsu duniawi yang menghimpit
  • Terbebas dari setiap kilauan yang memperdaya
  • Terbebas dari penghambaan selain Allah
  • Terbebas dari ketundukan dan kepasrahan selain Allah
  • Terbebas dari ketakutan selain takut akan Allah
  • Terbebas dari pujian yang menguasai dirinya
  • Terbebas dari rayuan yang menghanyutkan
  • Terbebas dari buaian yang menistakan

Amin Ya Rohbal’alamin….

Iklan

4 Komentar

  1. nurrahman said,

    28 April 2010 pada 01:32

    semoga saya kelak mendapat pendamping hidup perempuan yang memiliki kebebasan surgawi, amin!
    btw, akhirnya ente post lg, kirain dah pensiun, ternyata hiatus 😀

    • kchihui said,

      28 April 2010 pada 21:31

      Amin bang, amin…. hehehe iya sudah lama tidak blog bang… makasih banget buat comment nya

  2. keisya said,

    13 Mei 2010 pada 08:33

    semoga saya bisa menjadi perempuan yang memiliki kebebasan surgawi .. amien !
    kelak jika saya bisa menjadi perempuan yang memiliki kebebasan surgawi , diri saya tidak akan di campakan dan di tinggalkan oleh laki laki , amien !!
    keren bang ! saya jadi banyak tahu .. makasih ..

    • kchihui said,

      18 Mei 2010 pada 18:40

      Amin ya Rabb… makasih banyak udah gabung di blog abang. Wassalam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: